Senin, 10 November 2025

Aku dan Ciptaan Bayangmu

Pernahkah kamu menjadi bintang

dalam penglihatan seseorang—

begitu terang, bersinar, dan...

melampaui batas.

 

Setinggi itu pula penglihatannya.

 

Ia menatapmu dari bawah

dengan harapan yang panjang,

mengira suatu hari ia bisa sampai

ke tempat kau berpendar.

 

Hingga suatu hari dirinya bisa mencapai bintang itu,

“Ternyata tak setinggi itu,” katanya.

“Yang melampaui batas hanya penglihatanku.”

 

Kamu tahu? Rasanya seperti terjatuh bermil-mil jauhnya

Aneh rasanya

Padahal aku pun bukan bintang

Dan aku tidak pernah memberi namaku bintang

Label: , , ,

Minggu, 25 Agustus 2024

Sampailah pada Waktu yang Tak Perlu Berdalih

Tak perlu diksi, tak perlu bahasa asing, tak perlu berbelit lidah dan kata. Singkat saja, aku mencintaimu. 

Urusan mengerti apa aku tentang arti cinta adalah belakangan, yang ku tau pasti kalimat itu adalah yang satu-satunya terlintas dalam pikiranku dan selama ini terus ku padamkan kehadirannya. 

Padahal nyatanya Aku Mencintaimu adalah hal yang telak, tak bisa di ganggu gugat. Meski dengan beribu elakan sendiri mengenai "memang cinta itu apa?" Dan dalam diriku pun yang sebenarnya menjawab "kamu."

Label: , , , , ,

Senin, 19 Agustus 2024

Malam yang selalu Menghantui

Semenjak kamu tinggal lari
Aku tak terbiasa lagi dengan sinar matahari

Label: , , , ,

Jumat, 16 Agustus 2024

Sumpah, Tidak Bermaksud

Sebab dicintai ketika sedang proses pulih akan membuat kita seakan menjadi orang jahat.

Label: , , , , ,

Kamis, 01 Agustus 2024

Terima Kasih untuk Tidak Pernah Menyerah

Dia terlalu banyak memendam segalanya sendirian, membuatnya tidak stabil dalam mengungkapkan emosi. 

Seringkali meletup-letup jika dirinya melihat hal yang tidak sesuai dengan perasaannya.

Dia hanya terlalu lama memendam
Dia hanya tak pernah di dengar
Dia hanya terlalu cemas
Dia hanya tak pernah menemui tempatnya

Dan hanya dia yang mampu bertahan menghadapi semua saat segalanya tak pernah berpihak kepadanya

Dialah dirimu. Terima kasih untuk tidak melayangkan bendera putihmu. 

Label: , , , , ,

Senin, 22 Juli 2024

Duniaku yang Lain


Mereka tidak pernah tau, jika aku kerap kali menyusup dalam dunia antah berantah. Dimana tidak ada yang mengenaliku dan melihatku, tapi aku bisa melihat mereka semua. Bahkan terkadang aku merasa menjadi salah satunya.

Mereka tidak pernah tau jika aku memiliki banyak dunia  dengan beragam kisah yang tidak berkesinambungan. Disebuah tempat asing. Namun, anehnya terasa nyaman

Sama seperti dunia yang aku jalani ini, tapi bedanya di duniaku satunya, aku menjalani semua dengan ringan. Ya, pasti sang pembuat alur ceritanya pun sudah beda.

Label: , , , , ,

Kamis, 11 Juli 2024

Aku Di Suatu Saat Nanti

Pada suatu saat nanti
Aku hanya ingin menjadi bagian dari bintang-bintang kecil di langit.

Pada suatu saat nanti
Aku hanya ingin menjadi bagian dari buih ombak yang menggulung di lautan.

Dan pada suatu saat nanti 
Aku ingin menjadi satu nama abadi dalam sebuah karya yang bisa di nikmati.

Label: , , , , , , ,

Senin, 08 Juli 2024

Melalui Lagu Kesukaanmu



mendengarkan lagu kesukaanmu

adalah caraku menghadapi rindu


mendengarkan lagu kesukaanmu

membuatku merasakan hadirmu


mendengarkan lagu kesukaanmu 

adalah caraku mendengar suaramu

dengan lebih dekat


lewat lagu kesukaanmu

aku merasa kita bersama


seperti kembali ke masa 

dimana pintu dan jendela 

lenyap begitu saja


tidak ada sekat 

yang mampu menghalangi


hanya melalui lagu kesukaanmu

aku menghidupkan rindu


menyalakan ingatan 

yang semakin mendalam


menerobos dosa untuk merindukanmu

masih terus aku lakukan 


karena hanya dengan caraku sendiri 

aku bisa menghadirkan kita

tanpa ragamu sekalipun disini


Label: , , , ,

Rabu, 26 Juni 2024

Perjalanan yang Nyatanya Tidak Pernah Dilakukan


Akhirnya segalanya terlihat, kegelapan yang melanda dari awan hitam yang mengelung secara betah dalam satu titik, kini telah pergi. Tenang, adalah rasa yang dapat menyentuh saat ini. Mungkin, inilah hasil perjalanan panjang dari hal yang ku sebut pelarian sementara.


Karena ternyata aku pikir, kita butuh berlari dibanding terus menghadapi, berlari untuk dapat melihat lebih banyak hal yang bisa kita dapat sebagai bahan untuk menghadapi masalah itu. Bukan begitu? 


Tidak selamanya pelarian membuat konotasi buruk akan lemahnya diri yang tak mampu untuk menghadapi situasi yang terjadi.


Bahkan jika kita tidak dulu berlari, kita tidak akan pernah mengetahui cara menghadapi situasi itu dan pada akhirnya hanya sebisa yang kita lakukan untuk menghilangkan masalah itu. Penglihatannya terlalu sempit untuk tetap disitu dan berharap segalanya selesai.


Namun, pada akhirnya aku selesai, aku melihat sinar. Aku merasa tenang. Aku kembali berjalan. itu yang kurasakan.


Hingga... terhantam pada satu hal yang membuatku harus terbangun dari mimpi. Aku kebingungan untuk mencari matahari yang baru saja ku lihat tadi, terang dan tenang yang ku rasakan. Hingga semua mulai tersadar jika, segalanya memang hanya mimpi.


Sudah terlalu lama, sampai pada akhirnya memutuskan untuk berjalan. Bahkan sudah sejauh ini perjalanannya, sampai-sampai setiap jawaban yang ada, aku pikir itulah jawabannya. Namun pada akhirnya ku disadarkan, jika nyatanya kau tidak pernah menemukan jawaban yang sebenarnya.


Dan... Nyatanya pun perjalanan yang kulakukan selama dan sejauh itu pun tidak pernah aku lakukan.


Label: , , , , ,

Senin, 20 Mei 2024

Bagaimana Mungkin Pernyataan 'Aku Bahagia' Menjadi Kalimat yang Semu

 


Jauh langkah berjejak untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya diri sendiri pun tidak mampu mengerti apa arti bahagia itu. 

Apa dengan menyendiri dan hanya ditemani angin adalah sebuah kebahagiaan? Karena kita merasa bahwa pikiran kita jauh lebih tenang ketika sunyi menjuntai. Namun, terkadang hal itu akan terasa sepi jika harus dilakukan setiap saat.
 
Oh, atau bahagia itu ketika bertemu dengan banyak orang yang mempunyai energi lebih banyak. Karena berpikir, kita akan tertular energi membahagiakan yang ia punya? Namun, jika terus menerus bukankah hal itu akan berbanding terbalik dengan terserapnya energi yang kita miliki? 

Apa sebuah kebahagian dengan memiliki barang yang diimpikan? Namun, bukankah rasa bahagia yang mengantarkan kepuasan dengan memiliki barang itu tidak akan lama? Bahkan mungkin akan tergantikan dengan barang-barang lain yang di kemudian hari kita inginkan.

Lalu apa bahagia itu dengan mendapatkan apa yang kita impikan selama ini, menjadi seorang yang hebat sesuai dengan impian-impian yang kita rangkai selama ini? Namun, bukankah pikiran dan imajinasi itu sifat nya tak terhingga? 

Ketika kita sudah mencapai titik dimana seharusnya ini adalah hal yang selama ini kita cari, kita nantikan, tapi malah kita merasa belum dan mengatakan bukan ini titik nya. Padahal jika menengok kebelakang, ya sudah benar.

Lalu apa sebenarnya arti bahagia itu? Apa benar pada kesunyian tanpa kebisingan? Atau pada kebisingan dengan dalih mengantarkan semangat? Atau dengan memiliki sesuatu? Atau juga dengan menjadi sesuatu? Namun, ketika tidak menjadi sesuatu atau menjadi siapa-siapa memangnya kenapa? Apa tidak bisa menjadi bahagia? Apa bahagia hanya ada di pikiran saja? Dengan berpikir kita bahagia maka sudah bahagia, Seperti itu kah? 

“Aku bahagia kok, aku senang. Aku … baik-baik saja, sedang tidak merasakan apa-apa. Aku bahagia.”

Mana ada jawaban atas pertanyaan bahagia atau tidak, adalah bahagia, tapi ia menjawabnya dengan matanya berkaca-kaca, walaupun tetap dengan senyuman.

Bagaimana bisa kalimat aku bahagia menjadi kalimat yang semu dan terkesan mengaku-akui.

Lalu kenapa pula bahagia adalah hal yang sebentar sedangkan kesedihan mempunyai waktu yang lebih lama untuk dirasakan?

Bahkan terkadang disaat merasa bahagia, tetap saja ada terselip rasa kesedihan yang entah pada saat itu ia muncul di permukaan secara terang-terangan atau bahkan hanya tertutupi oleh tawa, tapi tetap saja kesedihan itu ada.

Jika kebahagiaan adalah dengan menjadi sesuatu, menjadi siapa aku dimasa mendatang, tapi ... Jika tidak menjadi siapa-siapa nantinya memangnya kenapa? Memang tidak bisa untuk bahagia seperti ini saja? 

Lalu, sebenarnya bahagia itu seperti apa ...

Label: , , , , ,

Rabu, 13 Maret 2024

Kunci Bisu

pada malam yang selalu menciptakan sunyi

membungkam segala bising di luar jendela

namun tidak dalam pikiran


malam menghadirkan sunyi

untuk membuat lebih banyak suara yang terdengar 

dalam pikiran manusia itu sendiri


terkadang merasa jengkel dengan hal itu

ketika sudah bersusah payah menutupi kesedihan dalam cangkang senyuman

dan pada matahari yang saat itu masih memimpin bumi dengan dominan


na'as harus tergantikan oleh malam

di mana ketika malam datang 

tak ada satu pun tanda kehidupan


pikiran ini hidup tanpa permisi

dengan angkuhnya malam berkata


"aku tau kamu tak sekuat apa yang seperti mentari lihat."

"aku disini untuk mendengar tangismu."

"untuk melihatmu terpuruk, pada apa yang kamu pikirkan."

Label: , ,

Selasa, 05 Maret 2024

Sajak Malam Liar Pinggir Danau

malam adalah saksi bisu

dari dinginnya asa yang kandas diterjang rasa

terjaga dalam detik demi detik yang kian berkedip


sabit di tengah kerumunan awan mendung

setengah enggan memancarkan cerahnya

hanya kerlip lampu malam memantul 

dalam air danau yang merubah dari pandangan


sunyi di luar terasa menyeruak

namun dalam pikiran bising tak lagi mampu terjamah

sepenuh hati diri ini meminta diam

agar tak membangunkan jiwa-jiwa yang terlelap


tidak ada yang mampu mendengar lelahnya tubuh terseret gelombang

bagai imajinasi yang tak mampu diterjemahkan 

rintihan letih menggaungkan sebuah realita

Label: , , ,

Kamis, 29 Februari 2024

Selimut di Pesisir Pantai (Puisi)

                                                

 

layaknya ombak yang menepi pada pesisir

memberi isyarat dalam hadirnya hanya sekejap


buih ombak yang bergelombang

bersanding dengan senja

begitu menyejukkan mata


senja di tepi pantai selalu mempunyai cerita

cerita yang kerap kali di bawa pergi oleh gelombang

tak ayal akan kembali lagi ke permukaan

 

untuk menjadikannya

kisah dalam kasih

terkurung abadi

dalam rindu yang menggebu

Label: , ,

Kamis, 22 Februari 2024

Semburat Senja (Puisi)

matahari bergerak ke ufuk timur

menjadikan pantulan senja bercahaya

mengkilap pada ombak yang menyentuh bibir pantai


aku duduk terdiam dalam hamparan pasir pantai

beralaskan sandal yang ku pakai


menikmati senja dengan putaran memori

yang berisi tentang mu memenuhi isi kepala


senja tidak pernah mampu untuk membuat lupa

datangnya kamu kepada senja 

dan niatmu untuk dapat melupa

hanyalah sebuah diksi yang menjanjikan ingkar


senja akan mempertajam ingatan mu 

kepada siapapun yang ingin kau lupakan


namun senja tak pernah ingkar janji

untuk hadir dan menciptakan keindahan

pada setiap mata yang memandangnya


sebagai isyarat bahwa berakhirnya hari

entah bahagia atau bahkan terluka

harus ditutup dengan senyuman

Label: , , ,

Kamis, 20 April 2023

Tentang Warna-Warni di Langit

senja kemarin pasti akan berbeda dengan senja yang akan datang


jika sebelumnya berwarna jingga yang menyorot kesegala penjuru kangis

mungkin nanti hanya terlihat setitik warna kuning keemasan di dekat matahari tenggelam


senja memang tidak pernah ingkar janji untuk datang kembali

namun ia tidak berjanji untuk sama seperti jingga kemarin


sedangkan pelangi, mungkin ia tidak pernah berjanji akan kembali di waktu dekat

namun ia berjanji untuk kembali dengan warna yang sama

Label: , , ,