Kamis, 11 Juli 2024

Aku Di Suatu Saat Nanti

Pada suatu saat nanti
Aku hanya ingin menjadi bagian dari bintang-bintang kecil di langit.

Pada suatu saat nanti
Aku hanya ingin menjadi bagian dari buih ombak yang menggulung di lautan.

Dan pada suatu saat nanti 
Aku ingin menjadi satu nama abadi dalam sebuah karya yang bisa di nikmati.

Label: , , , , , , ,

Minggu, 07 Juli 2024

Review Novel "L" karya Kristy Nelwan



Judul Buku              : L

Karya                       : Kristy Nelwan
Penerbit                   : PT Grasindo
Editor                       : A. Ariobimo Nusantara
Tahun Terbit            : Agustus 2008
Tebal Halaman        : VIII + 344

"L" merupakan sebuah novel romansa sederhana dengan berbagai permasalahan orang dewasa di dalamnya, kerumitan dalam mempercayai cinta, kerumitan mengungkapkan rasa hingga berujung pada penyesalan.

Novel "L" merupakan sebuah cerita tentang sosok perempuan bernama Ava Torino yang mempunyai misi cukup unik dalam hidupnya, dirinya berambisi untuk bisa menjalin hubungan dengan seseorang yang bisa melengkapi daftar alfabet dari A sampai Z.

Semua sudah ia dapatkan bahkan dari alfabet tersulit yaitu X, dia sudah berhasil memacarinya sekaligus menjadikannya mantan. Satu huruf yang cukup lama ia tunggu dan tak juga kunjung dipertemukan adalah, laki-laki yang memiliki nama dengan alfabet L.

Hingga suatu hari ia mencoba kemustahilan yang bahkan dirinya tidak percaya, atas permintaan teman-teman satu kerjaannya. Hal itu adalah memegang tangan Buddha sambil melakukan make a wish yang dipercaya, jika kamu berhasil memegang tangan Buddha, maka keinginanmu akan terkabul. Seluruh rekan kerja Ava tidak ada yang berhasil saat melakukan itu.

Namun, lain halnya dengan Ava yang mengatakan jika hal tersebut tidak sulit untuk dilakukan, buktinya ia bisa dengan mudah memegang tangan Buddha, lalu Ava segera diminta untuk berdoa dan meminta satu keinginan. Ava mengikutinya dan meminta dalam hati untuk dipertemukan dengan L, "the Last" "the Love "the Last Love".

Akhirnya ia dipertemukan dengan seseorang yang mempunyai alfabet L, bernama Ludi yang bertemu dalam waktu yang terbilang berdekatan setelah dirinya melakukan kegiatan kemustahilan tersebut.

Namun, sebelum itu dirinya sempat bertemu dengan seorang laki-laki yang sangat menarik, bernama Rei, Ava berharap pada saat itu laki-laki itu memiliki nama depan dengan alfabet L saja. Namun, tidak mungkin...

Berjalannya waktu, Ava dan Ludi menjalin hubungan. Ludi adalah seorang laki-laki yang sikap dan tindakannya diinginkan dan diimpikan oleh seluruh perempuan, termasuk Ava. 

Lambat laun, banyak yang berubah dalam kehidupan Ava setelah memegang tangan Buddha dan setelah pulang dari Jogja, yang bertemu Rei.

Pertemuannya dengan Rei tidak hanya sampai disitu, dirinya juga bertemu kembali dengan Rei di Bali, disinilah Ava memiliki waktu lebih banyak untuk dapat mengenal Rei. Rei sangat menghibur dirinya saat di Bali, ditengah pekerjaannya yang mendesak, urusan teman, sampai keterlambatan pesawat yang membuatnya ribut dengan pacarnya, Ludi.

Tak lama dari kepulangan dari Bali, Ava memilih keluar dari tempat kerjanya dan dirinya mendapat tawaran pada salah satu perusahan Creative, yang dimana ternyata menjadi satu tempat kerja dengan Rei.

Sejak di Bali Rei sudah selalu melarang keras keseharian Ava yang buruk yaitu, rokok dan alkohol. Padahal untuk pertama kali bertemu Rei, Ava mengenal nya sebagai laki-laki perokok aktif yang di kerjai teman-temannya karena hangover, hingga ia bisa sampai di Jogja.

Sampai saat Ava menjadi teman satu kerjanya Rei. Laki-laki itu tetap selalu melarang keras Ava dalam soal Rokok, Rei akan selalu menyembunyikan korek dan menghancurkan batang rokok yang dimiliki Ava.

Lain halnya dengan Ludi yang terkesan tidak masalah dengan hal itu, terkadang ink juga yang menjadi pertanyaan Ava. Namun semuanya ditepis dengan dalih Ludi adalah laki-laki baik yang bisa menerima Ava apa adanya, sampai Ava memutuskan menerima lamaran Ludi.

Ava pernah bertanya sekaligus bersyukur atas kehidupannya yang baik-baik saja. Namun, segalanya terjawab pada waktunya.

Dimana saat Ava sudah merubah kehidupannya,  sikap dan segala tindakan nya serta menghentikan pencarian nama alfabet untuk terakhir kalinya dan mencoba untuk merasakan cinta yang sebenarnya bersama Ludi. 

Ava bukan lagi perempuan yang selalu menganggap ringan suatu hubungan yang hanya dihadiri dengan "jadian dan putus". Dirinya mencoba untuk menjadi serius dalam hubungan dan percaya pada pasangan.

Namun, saat itu tiba, Ava tidak menyadari jika karma tidak mengenal batas waktu. Rahasia besar terbuka di penghujung kehidupan Ava menuju hari H tunangannya dengan Ludi dan penghujung kebersamaannya dengan Rei, segalanya menjadi sebuah kelegaan sekaligus penyesalan terdalam selama hidupnya bagi Ava Torino.


....


Ketika kamu disakiti 20% jangan pernah membalasnya 1% pun dengan tindakan apapun apalagi sampai 100%, karna 20% itu akan berbalik ke kamu. Mungkin kecil angkanya, tapi besar rasanya di kamu itu, infinity. Karma itu pasti ada dan itu akan terus berulang-ulang jika kamu terus membalas karma yang seharusnya bukan tugas kamu untuk membalasnya.

Sakit hatinya manusia pada setiap tindakan dan perkataan yang kita lontarkan itu yang paling bahaya adalah ketika dia tidak mengatakannya.

Lebih mengecewakannya lagi, seringnya karma datang disaat kita sudah mulai menyesalinya dan berharap mengubah perilaku dan tindakan akan terhindar dari karma. Namun, karma itu sendiri tau jika dia tidak datang, perubahanmu tidak bisa terjadi begitu saja.



Label: , , , ,

Senin, 20 Mei 2024

Bagaimana Mungkin Pernyataan 'Aku Bahagia' Menjadi Kalimat yang Semu

 


Jauh langkah berjejak untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya diri sendiri pun tidak mampu mengerti apa arti bahagia itu. 

Apa dengan menyendiri dan hanya ditemani angin adalah sebuah kebahagiaan? Karena kita merasa bahwa pikiran kita jauh lebih tenang ketika sunyi menjuntai. Namun, terkadang hal itu akan terasa sepi jika harus dilakukan setiap saat.
 
Oh, atau bahagia itu ketika bertemu dengan banyak orang yang mempunyai energi lebih banyak. Karena berpikir, kita akan tertular energi membahagiakan yang ia punya? Namun, jika terus menerus bukankah hal itu akan berbanding terbalik dengan terserapnya energi yang kita miliki? 

Apa sebuah kebahagian dengan memiliki barang yang diimpikan? Namun, bukankah rasa bahagia yang mengantarkan kepuasan dengan memiliki barang itu tidak akan lama? Bahkan mungkin akan tergantikan dengan barang-barang lain yang di kemudian hari kita inginkan.

Lalu apa bahagia itu dengan mendapatkan apa yang kita impikan selama ini, menjadi seorang yang hebat sesuai dengan impian-impian yang kita rangkai selama ini? Namun, bukankah pikiran dan imajinasi itu sifat nya tak terhingga? 

Ketika kita sudah mencapai titik dimana seharusnya ini adalah hal yang selama ini kita cari, kita nantikan, tapi malah kita merasa belum dan mengatakan bukan ini titik nya. Padahal jika menengok kebelakang, ya sudah benar.

Lalu apa sebenarnya arti bahagia itu? Apa benar pada kesunyian tanpa kebisingan? Atau pada kebisingan dengan dalih mengantarkan semangat? Atau dengan memiliki sesuatu? Atau juga dengan menjadi sesuatu? Namun, ketika tidak menjadi sesuatu atau menjadi siapa-siapa memangnya kenapa? Apa tidak bisa menjadi bahagia? Apa bahagia hanya ada di pikiran saja? Dengan berpikir kita bahagia maka sudah bahagia, Seperti itu kah? 

“Aku bahagia kok, aku senang. Aku … baik-baik saja, sedang tidak merasakan apa-apa. Aku bahagia.”

Mana ada jawaban atas pertanyaan bahagia atau tidak, adalah bahagia, tapi ia menjawabnya dengan matanya berkaca-kaca, walaupun tetap dengan senyuman.

Bagaimana bisa kalimat aku bahagia menjadi kalimat yang semu dan terkesan mengaku-akui.

Lalu kenapa pula bahagia adalah hal yang sebentar sedangkan kesedihan mempunyai waktu yang lebih lama untuk dirasakan?

Bahkan terkadang disaat merasa bahagia, tetap saja ada terselip rasa kesedihan yang entah pada saat itu ia muncul di permukaan secara terang-terangan atau bahkan hanya tertutupi oleh tawa, tapi tetap saja kesedihan itu ada.

Jika kebahagiaan adalah dengan menjadi sesuatu, menjadi siapa aku dimasa mendatang, tapi ... Jika tidak menjadi siapa-siapa nantinya memangnya kenapa? Memang tidak bisa untuk bahagia seperti ini saja? 

Lalu, sebenarnya bahagia itu seperti apa ...

Label: , , , , ,

Rabu, 07 Februari 2024

Review Buku "Manusia Langit" karya J. A. Sonjaya

Novel ini berkisah tentang sebuah pembelajaran hidup yang dialami secara langsung, pembelajaran hidup sesungguhnya yang kerap kali di dapat di ruang-ruang informal.

Novel Manusia Langit mempunyai tokoh yang menonjol, diantaranya Mahendra yang merupakan seorang dosen di sebuah kampus di Jogja, Yasmin yang merupakan mahasiswa yang memiliki pemikiran kritis, Ama Budi seorang laki-laki yang berasal dari tanah Nias dan sudah dianggap seperti ayah bagi Mahendra, serta Sayani yang merupakan anak dari Ama Budi

Cerita ini berawal dari sebuah kota bernama Yogyakarta, kota dimana sebuah cerita sampai akhir yang berkesinambungan.

Mahendra merupakan dosen arkeolog muda yang digemari oleh para mahasiswa karena gaya belajarnya yang santai dan mampu membuat mahasiswa berpikir seluas samudra dan mengungkapkan pikiran mereka bagai burung yang terbang secara bebas, seringkali ia melanjutkan pembelajaran di luar ruang kelas yang menurutnya terlalu membosankan dan terpaku pada aturan tak tertulis yang menyempitkan pikiran.

Saat dirinya menjadi dosen di sebuah kampus Yogya, ia bertemu dengan Yasmin yang merupakan mahasiswanya sendiri. Yasmin merupakan seorang perempuan yang cerdas dan berpikir kritis, terdapat banyak kesembunyian yang tertutup dalam dirinya. Perempuan yang setiap hari nya menggunakan Jilbab saat di Kampus itu membuat Mahendra tercengang sedikit saat dirinya menemukan Yasmin di sebuah tempat Billiard, Mahendra seperti melihat orang yang berbeda dalam diri Yasmin.

Namun, hal tersebut malah membuat Mahendra tertarik, Yasmin selalu mengatakan jika "seseorang sering kali tidak bisa keluar dari identitas dan nilai-nilai yang mengikatnya" (hal 42).

Yasmin selalu merasa jika di tempat biliar dirinya bisa menjadi apa yang dia inginkan, ia bisa menjadi dirinya sendiri, dapat mengendalikan sebuah permainan dan menentukan sendiri bola harus diarahkan ke mana.

Perjalanan kisah Mahendra dengan Yasmin nyatanya tidak berhenti sampai disitu, Mahendra sadar jika dirinya sudah jatuh cinta dengan mahasiswanya sendiri dan Yasmin pun merasakan hal yang sama. Hingga suatu kejadian di sebuah kost yang ditinggali oleh Yasmin membuat semua nya berubah.

Mahendra kehilangan kabar Yasmin sampai suatu hari ia mendapat kabar jika Yasmin telah mengandung dan Yasmin mengatakan untuk tidak perlu mencarinya, karena Yasmin akan menjaga nama baiknya sebagai seorang dosen.

Tak sampai disitu letak keterpurukan Mahendra, seorang mahasiswa mengabarkan jika diduga Yasmin telah mati dengan cara bunuh diri. Mahendra hancur, padahal ia siap bertanggung jawab atas hal tersebut. Namun, Yasmin memilih untuk mempertaruhkan nyawanya demi menjaga harga diri Mahendra.

Percampuran rasa yang ada dalam diri Mahendra ia bawa lari ke sebuah tempat yang jauh dari perkotaan, tersembunyi, masih alami dengan kekukuhan adatnya, Tanah Nias. Tempat Mahendra melarikan diri dari segala masalah, rasa sakit, kecewa dan seluruh ras yang tak mampu diterjemahkan atas segala hal tentang perempuan bernama Yasmin ia bawa hingga ke tanah Nias tepatnya di desa Banuaha.

Di Banuaha Mahendra bukan hanya seorang laki-laki yang tak mempunyai tujuan, disana ia juga sambil menjalani profesinya sebagai arkeolog dengan terus mengidentifikasi fosil dan apapun penemuan yang tersembunyi di tanah Nias.

Di sana lah dirinya bertemu seorang laki-laki yang sudah berumur bernama Ama Budi, Ama Budi merupakan keluarga ynag berasal dari keluarga Hia dan Marga Hia sangat dihormati karena dianggap sebagai tertua di Nias

Sedangkan Sayani adalah anak laki-laki yang menemukan Hendra seperti orang hilang di Pasar Gomo, Sayani lah yang setiap harinya menamani Hendra melakukan penelitian untuk mencari penemuan baru yang telah terkubur atau terpendam beratus tahun lamanya

Banuaha telah memberinya banyak pembelajaran tentang kehidupan. Dirinya menyadari sebanyak-banyak nya perbedaan dalam suatu tempat tetap terdapat kesamaan yang terjadi secara tidak langsung.

Label: , , ,