Bagimana bisa dirinya memintaku berjanji, untuk tetap sebahagia sebelum aku mengenalnya, bisa membuka hatiku untuk orang baru dan tidak lagi membukanya untuk orang lama itu? wkwk
Kau pikir hatiku semurah barang cuci gudang yang bisa di dapatkan semua orang dengan mudah? Sedangkan dirinya tahu betul bagaiman rusaknya hati dan kepercaaan ku sebeumnya saat bersama orang lama sebelumnya. Dirinya tahu betul bagaiman aku tidak lagi memberi kesempatan orang baru untuk hadir karena aku rasa aku sudah tidak lagi memiliki hati yang diminta orang-orang termasuk dia.
Bahkan dirinya snediri yang meminta hati itu dnegan mengatakan jika "jangan biarkan hatimu dibawa lari oleh orang itu," ku pikir itu karena dia yang sangat menginginkan hatiku untuk bisa dimilikinya?
Berapakali dia meminta diriku untuknya? Mungkin dia lupa, tapi aku ingat.
Katanya cintanya juga besar, sayangnya juga sama dan sama membuthkan, tapi kenapa memilih lepas? Dibanding mengizinkan ku, mengizinkan kita memperbaiki semuanya.
Katanya, sudah terlalu banyak yang disampaikan dan bertolak belakang denganku. Padahal sekeras mungkin aku mengusahakan menerimanya, bukan karena terpaksa, tapi memang kenyamanan bukan yang dicari dalam sebuah hubungan?
Bagaimana bisa dirinya bicarakan masa depan jika dia cepat lelah dalam memberitahu ketidaksadaranku, padahal aku hanya butuh lebih tegas tanpa keinginan meninggalkan dan aku juga tidak akan menganggapnya egois, karena memang seperti itu cara hubungan bekerja bukan?
Aku selalu berharap dirinya tidak cepat lelah memberitahu dan membenahi diriku sama seperti aku yang tidak pernah lelah mengingatkan untuk minum air putih disetiap waktunya.
.png)

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda