Review Buku "Manusia Langit" karya J. A. Sonjaya
Novel ini berkisah tentang sebuah pembelajaran hidup yang dialami secara langsung, pembelajaran hidup sesungguhnya yang kerap kali di dapat di ruang-ruang informal.
Novel Manusia Langit mempunyai tokoh yang menonjol, diantaranya Mahendra yang merupakan seorang dosen di sebuah kampus di Jogja, Yasmin yang merupakan mahasiswa yang memiliki pemikiran kritis, Ama Budi seorang laki-laki yang berasal dari tanah Nias dan sudah dianggap seperti ayah bagi Mahendra, serta Sayani yang merupakan anak dari Ama Budi
Cerita ini berawal dari sebuah kota bernama Yogyakarta, kota dimana sebuah cerita sampai akhir yang berkesinambungan.
Mahendra merupakan dosen arkeolog muda yang digemari oleh para mahasiswa karena gaya belajarnya yang santai dan mampu membuat mahasiswa berpikir seluas samudra dan mengungkapkan pikiran mereka bagai burung yang terbang secara bebas, seringkali ia melanjutkan pembelajaran di luar ruang kelas yang menurutnya terlalu membosankan dan terpaku pada aturan tak tertulis yang menyempitkan pikiran.
Saat dirinya menjadi dosen di sebuah kampus Yogya, ia bertemu dengan Yasmin yang merupakan mahasiswanya sendiri. Yasmin merupakan seorang perempuan yang cerdas dan berpikir kritis, terdapat banyak kesembunyian yang tertutup dalam dirinya. Perempuan yang setiap hari nya menggunakan Jilbab saat di Kampus itu membuat Mahendra tercengang sedikit saat dirinya menemukan Yasmin di sebuah tempat Billiard, Mahendra seperti melihat orang yang berbeda dalam diri Yasmin.
Namun, hal tersebut malah membuat Mahendra tertarik, Yasmin selalu mengatakan jika "seseorang sering kali tidak bisa keluar dari identitas dan nilai-nilai yang mengikatnya" (hal 42).
Yasmin selalu merasa jika di tempat biliar dirinya bisa menjadi apa yang dia inginkan, ia bisa menjadi dirinya sendiri, dapat mengendalikan sebuah permainan dan menentukan sendiri bola harus diarahkan ke mana.
Perjalanan kisah Mahendra dengan Yasmin nyatanya tidak berhenti sampai disitu, Mahendra sadar jika dirinya sudah jatuh cinta dengan mahasiswanya sendiri dan Yasmin pun merasakan hal yang sama. Hingga suatu kejadian di sebuah kost yang ditinggali oleh Yasmin membuat semua nya berubah.
Mahendra kehilangan kabar Yasmin sampai suatu hari ia mendapat kabar jika Yasmin telah mengandung dan Yasmin mengatakan untuk tidak perlu mencarinya, karena Yasmin akan menjaga nama baiknya sebagai seorang dosen.
Tak sampai disitu letak keterpurukan Mahendra, seorang mahasiswa mengabarkan jika diduga Yasmin telah mati dengan cara bunuh diri. Mahendra hancur, padahal ia siap bertanggung jawab atas hal tersebut. Namun, Yasmin memilih untuk mempertaruhkan nyawanya demi menjaga harga diri Mahendra.
Percampuran rasa yang ada dalam diri Mahendra ia bawa lari ke sebuah tempat yang jauh dari perkotaan, tersembunyi, masih alami dengan kekukuhan adatnya, Tanah Nias. Tempat Mahendra melarikan diri dari segala masalah, rasa sakit, kecewa dan seluruh ras yang tak mampu diterjemahkan atas segala hal tentang perempuan bernama Yasmin ia bawa hingga ke tanah Nias tepatnya di desa Banuaha.
Di Banuaha Mahendra bukan hanya seorang laki-laki yang tak mempunyai tujuan, disana ia juga sambil menjalani profesinya sebagai arkeolog dengan terus mengidentifikasi fosil dan apapun penemuan yang tersembunyi di tanah Nias.
Di sana lah dirinya bertemu seorang laki-laki yang sudah berumur bernama Ama Budi, Ama Budi merupakan keluarga ynag berasal dari keluarga Hia dan Marga Hia sangat dihormati karena dianggap sebagai tertua di Nias
Sedangkan Sayani adalah anak laki-laki yang menemukan Hendra seperti orang hilang di Pasar Gomo, Sayani lah yang setiap harinya menamani Hendra melakukan penelitian untuk mencari penemuan baru yang telah terkubur atau terpendam beratus tahun lamanya
Banuaha telah memberinya banyak pembelajaran tentang kehidupan. Dirinya menyadari sebanyak-banyak nya perbedaan dalam suatu tempat tetap terdapat kesamaan yang terjadi secara tidak langsung.

.png)

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda