Kamis, 23 November 2023

Review Buku "Pusparatri : Gairah Tarian Perempuan Kembang" karya Nurul Ibad, Ms

"Laut tetaplah menjadi laut, jangan jadikan kolam ikan di rumahmu. Atau rumahmu akan karam"

Novel ini bercerita tentang seorang perempuan yang mempunyai pesona kecantikan luar biasa, perempuan yang memiliki darah keturunan Mataram dan Sunan Kudus. Mirisnya di umur yang masih belia yaitu 10 tahun dirinya sudah menjadi janda dari seorang laki-laki yang bernama Demang Wonokromo seorang laki-laki berumur yang memiliki kekuatan spiritual jahat dan Pusparatri yang masih gadis tersebut harus menjalani sebuah pernikahan yang sangat mengerikan. 

Setelah menjadi janda dirinya harus merelakan hidupnya dalam sebuah kubangan lumpur hitam. Pusparatri seperti kembang penghias di tengah kegelapan malam serta pengharum kesunyian malam, di sebuah Puncak Bukit Ambulu lah setiap malamnya Pusparatri harus menunggu dan melayani setiap laki-laki yang datang.

Kehidupan yang dijalani sejak masa belia nya tersebut adalah sebuah jalan yang tak mampu dihindari, ia tidak memiliki pilihan selain menjalaninya. Karena tidak memiliki tujuan yang ia pilih. Meski hidup dalam lubang hitam, Pusparatri tetaplah seroang perempuan cerdas dan sangat baik hati, dirinya tetap meiliki jiwa yang sangat suci, banyak hal yang dikorbankan darinya untuk menghidupi banyak orang disekitarnya

Pusparatri dalam Bukit Ambulu sangat dinanti oleh seluruh laki-laki yang kerap kali berkunjung, dirinya disebut sebagai Primadona

Dalam kegelapan kehidupan yang dijalani Pusparatri, di tengah perjalanan dirinya bertemu dengan Gus Rukh yang merupakan anak dari seorang kyai Jalaludin Palingsingan. Rukh merupakan seorang pemuda yang tampan dan sakti. Rukh memiliki jamaah yang beragam mulai dari kyai sampai preman pasar, bahkan seorang perempuan yang sering menjajakan tubuhnya untuk laki-laki juga ikut menjadi jamaahnya.

Gus Rukh adalah seorang laki-laki yang tidak pernah memandang rendah diri Pusparatri dan hal tersebut telah memikat hari seorang perempuan kembang tersebut. Pusparatri jatuh cinta pada Gus Rukh, cinta ia sadari sebuah rasa yang terlarang, mengingat dirinya hanya seorang perempuan kembang yang tidak pantas untuk bersanding oleh orang sesuci Rukh. Selain itu Rukh juga telah mempunyai seorang istri bernama Karenina.

"Takdir adalah kuasa dari Yang Maha Kuasa. Sementara cinta hanya kekuatan manusia." - Pusparatri (hal 184)

"Aku hanya seorang perempuan kembang. Menjadi istrimu, akan membuatmu salah di mata orang-orangmu." - Pusparatri (hal 206)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda