Kamis, 15 Juni 2023

Benang Kusut dalam Diri

    Kosong, hilang arah, gundah ada sedikit perasaan tidak nyaman menjadi diri sendiri sekarang, terasa tidak mampu, terasa sangat kecil, terasa lebih besar suara yang keluar daripada bukti nyata. perasaan yang sebenarnya sulit dijelaskan dengan tepat apalagi harus di tuliskan dengan benar, yang membaca dan mendengarnya pun akan kebingungan, karena diri ini pun bingung. Bingung pada segala hal. raga ini ada namun seperti mengambang, melayang, hanya mengikuti tiupan angin tanpa perlawanan.

Tapi seharusnya tidak seperti ini, seharusnya bisa melawan, jika pun tidak seharusnya bisa menghentikan, namun apa yang harus dihentikan dan apa yang harus di mulai? Andai saja ada sebuah alat yang dapat menerjemahkan isi pikiran, kurasa itu sangat membantuku untuk dapat bercerita, untuk dapat meluapkan. Terkadang harus di paksa orang untuk bercerita, katanya aku ini terlalu tertutup, katanya aku ini tidak percaya kepadanya. Namun, bukan itu alasannya. Bagaimana aku bisa bercerita yang bahkan diriku sendiri saja sulit untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan diriku saat ini dan saat saat yang lain. 

Terkadang tidak ada kata-kata yang dapat ku temukan untuk dapat ku ucapkan atau dapat ku tuliskan mengenai keadaan ku, dan apa yang aku pikirkan juga yang aku rasakan. seolah-olah isi dalam diriku ini seperti benang kusut yang sulit terurai lurus kembali menemui arahnya, sulit menemukan jalannya. Terkadang diri ini lelah, namun entah apa yang di rasa lelah itu sendiri, terkadang kepala ini rasanya berisik sekali tapi entah apa yang disebut suara-suara yang ada di kepala itu. terkadang hati ini sesak sekali hingga hitungan detik nafas seperti terhenti di tenggorokan. namun entah apa sebabnya.

Namun satu hal yang ku tahu dari perasaan yang tak dapat dijelaskan itu, sebetulnya aku memang lelah, meski tidak tau apa arti dari lelah yang ku artikan ini, dan sebenarnya sangat tidak pantas diri ini sampai mengucapkan lelah, mengingat orang tua yang selalu bekerja keras untuk segala kebutuhan yang memenuhi ku, memenuhi keluarga ini agar tetap berdiri kokoh, itu adalah lelah yang sebenarnya namun, mereka tidak pernah mengatakannya. Sombong dan tidak tahu diri sekali aku yang tidak berbuat apa-apa ini (belum) bisa mengatakan lelah yang padahal tidak tahu letak lelahnya dari hal apa.

Label: , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda