Senin, 26 Juni 2023

Swatantra di Kota Orang

Pagi hari ini cuaca cukup cerah, setelah tiba kemarin aku memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk memulihkan kembali jiwa hausan berkelana. Sesuai rencana hari ini aku mulai pergi menyambangi tempat-tempat yang telah menjadi tujuan dalam daftar list ku, hari pertama ini aku berencana mengunjungi tiga tempat, yaitu Galeri Oma, Gramedia Gedung Putih yang terletak di jalan Jendral Sudirman dan toko buku independen bernama Boekoe Theotraphi. 

Galeri Oma adalah sebuah tempat yang berisi furniture klasik, barang-barang lawas yang disimpan dan dipajang hingga membuatnya kini menjadi antik, dan utamanya mereka menjual berbagai model kebaya, namun bukan kebaya modern yang kebanyakan saat ini di jual melainkan kebaya tradisional yang sudah lawas naum cukup antik untuk di pakai di zaman sekarang. Aku mendapatkan satu baju kebaya yang sekiranya akan aku pakai sehari-hari, menurutku perempuan modern di zaman sekarang ketika memakai kebaya itu sangat antik dan unik sangat terlihat berbeda dengan kebanyakan orang, dan aku menyukainya.

Setelah mengunjungi Galeri oma aku berjalan kaki untuk dapat sampai ke Gramedia Gedung Putih, cukup menyenangkan bisa berjalan-jalan di kota orang dengan bebas namun tak memunafikkan ternyata cukup melelahkan juga. Sesampainya di Gramedia aku mulai berburu berjam-jam untuk dapat memilih buku mana yang akan aku asuh untuk ku bawa pulang dan ku nobatkan sebagai milikku, lalu aku mendapatkan satu buku dengan judul "Berani Tidak Disukai" hanya satu yang aku asuh dari Gramedia ini. Beranjak dari Gramedia Gedung Putih aku berkelana lagi untuk mengunjungi toko buku independen yaitu, Boekoe Theotraphi, toko buku yang selalu aku kunjungi ketika aku menginjakkan kaki ke Kota Istimewa ini. Kebanyakan buku nya bergenre sastra politik, ada pula beberapa fiksi, juga islami, feminisme, patriarki, jurnal dan masih banyak lagi.

Di Boekoe Theotraphi aku mengasuh tiga buku berjudul "Feminisme Sebuah Pengantar Singkat", "Book Writing for Popularity and Personal Branding", dan "Menuliskan Jejak Ingatan". Saking banyaknya buku yang berjejer dan tersusun rapi hingga ke atap membuatku lapar mata, rasanya ingin sekali mempunyai bangunan yang di dalamnya ada ruang penuh jendela dunia itu. Itu adalah mimpiku dan semoga saja akan tercapai. 

Lelah berkelana aku beristirahat sebentar di Jl. Malioboro sebuah tempat yang tak mungkin dilewatkan semua orang ketika menginjakkan kakinya di Jogja, sebuah tempat yang tak pernah bosan untuk ramai dikunjungi orang-orang. Aku mencari tempat duduk yang terlihat masih banyak yang kosong, mengingat hari masih terbilang siang, karena kebanyakan orang akan mengunjungi tempat ini pada sore menuju malam hari. Setelah mendapatkan tempat duduk aku mencoba untuk membuka beberapa buku yang telah aku beli tadi dengan sedikit membacanya, hanya sedikit. sekitar 160 halaman. 

Disini aku tidak membeli apa-apa selain minuman kopi hangat yang ku beli pada pedagang kakek tua renta yang berjualan di sekitar Jl. Malioboro. Rasanya sangat takjub melihat orang tua yang sudah belia masih semangat untuk mencari pundi agar dapat menghidupi keluarganya, terlihat lelah namun ia sangat semangat sekali menjalani pekerjaannya, seakan-akan keringatnya  menyampaikan bahwa usaha tidak mengenal usia, selagi kaki tangan dan seluruh tubuhmu masih dapat bergerak tidak ada alasan untuk menyerah. Ada rasa malu pada diri sendiri ketika melihat kakek itu, diri ini masih sering sekali mengeluh pada hal yang masih mudah untuk di lakukan seakan-akan telah memindahkan sebuah gunung ketempat yang lebih tinggi, berlebihan sekali, belum lagi terkadang rasa kurang bersyukur pada apa yang dipunya, rasanya diri ini selalu merasa kurang, padahal sebenarnya jauh dari kata cukup.

Perjalanan selalu menciptakan pengalaman, pengetahuan dan kesadaran yang baru pada diri sendiri. Setiap langkah dapat membuat sebuah cerita yang dapat dibagikan oleh orang banyak. Perjalanan selalu mengajarkan kita bahwa setiap detik yang kamu lakukan itu dapat membuat dampak besar pada diri kamu, jika kamu mau untuk menyadarinya. 

Label: , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda