Rabu, 26 Juni 2024

Perjalanan yang Nyatanya Tidak Pernah Dilakukan


Akhirnya segalanya terlihat, kegelapan yang melanda dari awan hitam yang mengelung secara betah dalam satu titik, kini telah pergi. Tenang, adalah rasa yang dapat menyentuh saat ini. Mungkin, inilah hasil perjalanan panjang dari hal yang ku sebut pelarian sementara.


Karena ternyata aku pikir, kita butuh berlari dibanding terus menghadapi, berlari untuk dapat melihat lebih banyak hal yang bisa kita dapat sebagai bahan untuk menghadapi masalah itu. Bukan begitu? 


Tidak selamanya pelarian membuat konotasi buruk akan lemahnya diri yang tak mampu untuk menghadapi situasi yang terjadi.


Bahkan jika kita tidak dulu berlari, kita tidak akan pernah mengetahui cara menghadapi situasi itu dan pada akhirnya hanya sebisa yang kita lakukan untuk menghilangkan masalah itu. Penglihatannya terlalu sempit untuk tetap disitu dan berharap segalanya selesai.


Namun, pada akhirnya aku selesai, aku melihat sinar. Aku merasa tenang. Aku kembali berjalan. itu yang kurasakan.


Hingga... terhantam pada satu hal yang membuatku harus terbangun dari mimpi. Aku kebingungan untuk mencari matahari yang baru saja ku lihat tadi, terang dan tenang yang ku rasakan. Hingga semua mulai tersadar jika, segalanya memang hanya mimpi.


Sudah terlalu lama, sampai pada akhirnya memutuskan untuk berjalan. Bahkan sudah sejauh ini perjalanannya, sampai-sampai setiap jawaban yang ada, aku pikir itulah jawabannya. Namun pada akhirnya ku disadarkan, jika nyatanya kau tidak pernah menemukan jawaban yang sebenarnya.


Dan... Nyatanya pun perjalanan yang kulakukan selama dan sejauh itu pun tidak pernah aku lakukan.


Label: , , , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda