Kamis, 15 Februari 2024

Review Buku "Besali" karya Shabrina Ws.

Untuk Seseorang yang datang, yang singgah dan yang pergi, ada yang bertahan menjadi peneduh bagi segala musimmu

Kehilangan untuk yang kedua kali pada orang yang sangat berarti dalam hidup adalah sebuah pukulan telak yang tak mampu terelakan. Lohita Sasi seorang gadis yang telah kehilangan ibunya dan bertahan hidup bersama ayahnya yang selalu menyayanginya serta meneguhkannya atas kehilangan yang telah merenggut perempuan yang mereka cintai yaitu Ibu Lohita. Namun, semua kehilangan rasanya sangat lengkap setelah Lohita juga harus kehilangan Ayah nya di saat dirinya masih sangat membutuhkan sosok orang tua yang menyayanginya.

Sebelum kepergiannya Ayah Lohita meninggalkan secarik kertas yang berisi pesan untuk dapat mempertahankan Besali (Bengkel pandai besi) yang telah menghidupi keluarganya selama ini dan salah satu yang dapat menghidupi kembali Besali tersebut adalah seorang laki-laki bernama Sapta yang telah bekerja dengan Ayah Lohita sejak ia menduduki bangku SMK, seorang laki-laki yang sangat dipercayai Ayah Lohita dan mampu memangku tanggung jawabnya untuk mengurus Besali.

Lohita sendiri bukanlah anak tunggal, ia merupakan anak bungsu dari keempat kakak laki-lakinya yang lebih memilih merantau untuk bekerja ke kota, karena mereka tidak ingin berurusan langsung dengan Besali. Jarak yang cukup jauh antara umur Lohita dengan kakak-kakaknya membuat Lohita tidak dekat dengan mereka berempat, di tambah pula kehadiran mereka yang hanya beberapa kali dalam sebulan untuk pulang mengunjungi keluarga.

Tanggung jawab menghidupkan Besali juga bukan hal yang mudah bagi Lohita. Dimana hal itu berarti dirinya harus menemui dan berbicara langsung dengan Sapta teman masa kecilnya yang kini hubungan mereka sudah sangat menegang. Tidak ada lagi percakapan dan canda tawa yang sering mereka lakukan dulu. Dan Lohita sendiri lah yang membangun tembok pemisah itu, sedangkan Sapta masih sama seperti yang perempuan itu kenal sejak dulu. Sapta adalah laki-laki yang banyak bicara, cuek namun sangat perhatian. Ada hal yang membuat Lohita harus menjaga jarak dari Teman masa kecilnya itu.

Selama memikirkan bagaimana cara menghidupkan Besali selain harus berbicara dengan Sapta, akhirnya Lohita dibantu oleh laki-laki bernama Rey, seorang penulis yang kerap kali mampir ke toko buku mandiri milik Lohita. Rey adalah seorang perantau yang bekerja sebagai penyiar radio dan diselingi oleh kegiatan menulis. Rey mempunyai ide untuk memasang iklan lowongan pekerjaan di Besali milik Ayah Lohita, meski Rey pun awalnya memberi masukan untuk dapat memanggil kembali pekerja terdahulu yang pernah bekerja bersama Ayah Lohita daripada harus mengangkat orang baru. Namun, Lohita masih tetap ragu untuk memikirkan hal itu.

Pada akhirnya di seratus hari kepergian Ayahnya Lohita sudah harus membuat keputusan. Berulang kali para pelanggan yang memesan Besi di tempat Ayahnya menanyakan akan dibukanya Toko pandai besi itu dan terpaksa Lohita harus menjawab dengan nada kebingungan.

Kisah Lohita dan keluarga nya adalah cerita yang sangat menyentuh, rumah yang biasanya ramai dengan suara Ayah dan Ibunya kini hanya tinggal sunyi tanpa bising. Bukan hal yang mudah bagi Lohita harus hidup tanpa kedua orang tuanya serta jauh dari keempat saudara kandungnya yang merantau di kota.

Kisah Lohita, Sapta dan Rey juga merupakan sebuah romansa yang dikemas secara sederhana dan tidak muluk-muluk. Namun, tetap dengan gaya percintaan masa remaja yang ada di tahun yang lebih baru ini

 Konflik yang dibuat penulis sangat jelas dan tertata dengan rapi, serta rasa yang disampaikan penulis melalui kalimat nya sangat berhasil dalam membuat pembaca merasakan seperti ada di suasana dan menjadi tokoh dalam tulisannya.

Label: , , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda