Duniaku yang Lain
Selamat datang, para pembaca rakus! Jika selera kamu untuk membaca tidak terpuaskan dan kamu suka meletakkan pena mu sendiri di atas kertas. Berima adalah tempat untuk kamu. Mari tumbuh bersama dengan mempelajari beberapa hal melalui kata-kata meski terkadang sulit di terjemahkan dalam satu pikiran.
Label: kata, literasi, menulis, novel, pikiran, puisi, sajak, senja
mendengarkan lagu kesukaanmu
adalah caraku menghadapi rindu
mendengarkan lagu kesukaanmu
membuatku merasakan hadirmu
mendengarkan lagu kesukaanmu
adalah caraku mendengar suaramu
dengan lebih dekat
lewat lagu kesukaanmu
aku merasa kita bersama
seperti kembali ke masa
dimana pintu dan jendela
lenyap begitu saja
tidak ada sekat
yang mampu menghalangi
hanya melalui lagu kesukaanmu
aku menghidupkan rindu
menyalakan ingatan
yang semakin mendalam
menerobos dosa untuk merindukanmu
masih terus aku lakukan
karena hanya dengan caraku sendiri
aku bisa menghadirkan kita
tanpa ragamu sekalipun disini
"L" merupakan sebuah novel romansa sederhana dengan berbagai permasalahan orang dewasa di dalamnya, kerumitan dalam mempercayai cinta, kerumitan mengungkapkan rasa hingga berujung pada penyesalan.
Novel "L" merupakan sebuah cerita tentang sosok perempuan bernama Ava Torino yang mempunyai misi cukup unik dalam hidupnya, dirinya berambisi untuk bisa menjalin hubungan dengan seseorang yang bisa melengkapi daftar alfabet dari A sampai Z.
Semua sudah ia dapatkan bahkan dari alfabet tersulit yaitu X, dia sudah berhasil memacarinya sekaligus menjadikannya mantan. Satu huruf yang cukup lama ia tunggu dan tak juga kunjung dipertemukan adalah, laki-laki yang memiliki nama dengan alfabet L.
Hingga suatu hari ia mencoba kemustahilan yang bahkan dirinya tidak percaya, atas permintaan teman-teman satu kerjaannya. Hal itu adalah memegang tangan Buddha sambil melakukan make a wish yang dipercaya, jika kamu berhasil memegang tangan Buddha, maka keinginanmu akan terkabul. Seluruh rekan kerja Ava tidak ada yang berhasil saat melakukan itu.
Namun, lain halnya dengan Ava yang mengatakan jika hal tersebut tidak sulit untuk dilakukan, buktinya ia bisa dengan mudah memegang tangan Buddha, lalu Ava segera diminta untuk berdoa dan meminta satu keinginan. Ava mengikutinya dan meminta dalam hati untuk dipertemukan dengan L, "the Last" "the Love "the Last Love".
Akhirnya ia dipertemukan dengan seseorang yang mempunyai alfabet L, bernama Ludi yang bertemu dalam waktu yang terbilang berdekatan setelah dirinya melakukan kegiatan kemustahilan tersebut.
Namun, sebelum itu dirinya sempat bertemu dengan seorang laki-laki yang sangat menarik, bernama Rei, Ava berharap pada saat itu laki-laki itu memiliki nama depan dengan alfabet L saja. Namun, tidak mungkin...
Berjalannya waktu, Ava dan Ludi menjalin hubungan. Ludi adalah seorang laki-laki yang sikap dan tindakannya diinginkan dan diimpikan oleh seluruh perempuan, termasuk Ava.
Lambat laun, banyak yang berubah dalam kehidupan Ava setelah memegang tangan Buddha dan setelah pulang dari Jogja, yang bertemu Rei.
Pertemuannya dengan Rei tidak hanya sampai disitu, dirinya juga bertemu kembali dengan Rei di Bali, disinilah Ava memiliki waktu lebih banyak untuk dapat mengenal Rei. Rei sangat menghibur dirinya saat di Bali, ditengah pekerjaannya yang mendesak, urusan teman, sampai keterlambatan pesawat yang membuatnya ribut dengan pacarnya, Ludi.
Tak lama dari kepulangan dari Bali, Ava memilih keluar dari tempat kerjanya dan dirinya mendapat tawaran pada salah satu perusahan Creative, yang dimana ternyata menjadi satu tempat kerja dengan Rei.
Sejak di Bali Rei sudah selalu melarang keras keseharian Ava yang buruk yaitu, rokok dan alkohol. Padahal untuk pertama kali bertemu Rei, Ava mengenal nya sebagai laki-laki perokok aktif yang di kerjai teman-temannya karena hangover, hingga ia bisa sampai di Jogja.
Sampai saat Ava menjadi teman satu kerjanya Rei. Laki-laki itu tetap selalu melarang keras Ava dalam soal Rokok, Rei akan selalu menyembunyikan korek dan menghancurkan batang rokok yang dimiliki Ava.
Lain halnya dengan Ludi yang terkesan tidak masalah dengan hal itu, terkadang ink juga yang menjadi pertanyaan Ava. Namun semuanya ditepis dengan dalih Ludi adalah laki-laki baik yang bisa menerima Ava apa adanya, sampai Ava memutuskan menerima lamaran Ludi.
Ava pernah bertanya sekaligus bersyukur atas kehidupannya yang baik-baik saja. Namun, segalanya terjawab pada waktunya.
Dimana saat Ava sudah merubah kehidupannya, sikap dan segala tindakan nya serta menghentikan pencarian nama alfabet untuk terakhir kalinya dan mencoba untuk merasakan cinta yang sebenarnya bersama Ludi.
Ava bukan lagi perempuan yang selalu menganggap ringan suatu hubungan yang hanya dihadiri dengan "jadian dan putus". Dirinya mencoba untuk menjadi serius dalam hubungan dan percaya pada pasangan.
Namun, saat itu tiba, Ava tidak menyadari jika karma tidak mengenal batas waktu. Rahasia besar terbuka di penghujung kehidupan Ava menuju hari H tunangannya dengan Ludi dan penghujung kebersamaannya dengan Rei, segalanya menjadi sebuah kelegaan sekaligus penyesalan terdalam selama hidupnya bagi Ava Torino.
....
Ketika kamu disakiti 20% jangan pernah membalasnya 1% pun dengan tindakan apapun apalagi sampai 100%, karna 20% itu akan berbalik ke kamu. Mungkin kecil angkanya, tapi besar rasanya di kamu itu, infinity. Karma itu pasti ada dan itu akan terus berulang-ulang jika kamu terus membalas karma yang seharusnya bukan tugas kamu untuk membalasnya.
Sakit hatinya manusia pada setiap tindakan dan perkataan yang kita lontarkan itu yang paling bahaya adalah ketika dia tidak mengatakannya.
Lebih mengecewakannya lagi, seringnya karma datang disaat kita sudah mulai menyesalinya dan berharap mengubah perilaku dan tindakan akan terhindar dari karma. Namun, karma itu sendiri tau jika dia tidak datang, perubahanmu tidak bisa terjadi begitu saja.