Sampailah pada Waktu yang Tak Perlu Berdalih
Selamat datang, para pembaca rakus! Jika selera kamu untuk membaca tidak terpuaskan dan kamu suka meletakkan pena mu sendiri di atas kertas. Berima adalah tempat untuk kamu. Mari tumbuh bersama dengan mempelajari beberapa hal melalui kata-kata meski terkadang sulit di terjemahkan dalam satu pikiran.
Dolorosa Sinaga & Budi Santoso di kuratori oleh Alexander Supartono menggelar pameran bertajuk "Pameran Seni Rupa Patung dan Aktivisme" pada 20 Juli sampai 19 Agustus 2024 yang bertempat di Gedung A, Galeri Nasional.
Tema pameran yang diambil Dolorosa dan Budi masih terus mengusung tentang isu hak asasi manusia, pembelaan serta solidaritas pada kaum perempuan.
Pameran seni rupa "Patung dan Aktivisme: Dolorosa Sinaga & Budi Santoso" inj menampilkan lebih dari 53 karya. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah I, the Witness.
———————
Dolorosa Sinaga
I, the Witness
109 x 78 x 230 cm
iron plat
2024
I, the Witness adalah penghormatan terus menerus dan perjuangan menuntut keadilan yang terus berlanjut untuk Ita Martadinata (1980-1998), salah seorang korban perkosaan massal kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Pada 8 Oktober 1998, Martadinata dibunuh dengan brutal di kamar tidurnya, hanya seminggu sebelum dia bersaksi di depan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Kasus pembunuhan ini belum terpecahkan sampai sekarang. Lewat tangan Dolo, Martadinata hadir dalam keabadiannya dalam sosok langsing yang berdiri tegak di depan meja kesaksian. Dia memakai kebaya encim keemasan, simbol kekekalan sekaligus mewakili identitas etnisnya. Tatapan matanya yang tajam dan mulutnya yang terbuka akan terus menyuarakan mereka yang tertindas.
Label: galerinasional, literasi, menulis, pameran, travelling, ulasan